Yang fana adalah kamu. Selebihnya, matilah aku: memungut semua hal yang kamu bilang tak ada gunanya, merangkainya sedemikian rupa sampai pada suatu pagi aku lupa untuk siapa, atau apa, atau mengapa “Tapi, yang fana adalah kamu, bukan?” tanyamu. Sedari awal aku tak pernah ada di mana-mana. 2 Februari 2019 ____________________________________________ Sebuah study membuat puisi pastiche berawal dari perasaanku yang selalu janggal memikirkan "Yang Fana Adalah Waktu" oleh Sapardi Djoko Damono, dimuat di Perahu Kertas, Kumpulan Sajak, 1982 .
stories, words, and everything worth to be told