Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Eva

Misa terakhir usai tepat pada pukul setengah sembilan malam. Jemaat yang tinggal adalah mereka yang mendapatkan label paling taat. Wajah-wajah sama; yang sebelah tangannya hilang karena perang, janda yang mengelus jabang bayi dalam kandungan terus-terusan menawari Tuhan dengan banyak suap supaya suami yang tengah bertugas di medan perang bisa kembali dengan selamat, seorang kekasih juga bapak dari empat belas anak menangis pilu meminta wanita pujaannya bangkit dari kubur. Harapan yang sama  (“Terima kasih atas semua yang telah kau berikan. Tapi kiranya kau memang Tuhan yang tanpa cela, berikanlah lagi satu kesempatan supaya ia tetap selamat!” “ Ucap syukur kupanjatkan padamu, tapi kalau boleh berikanlah kedamaian dalam tidur dan penghapusan dosa hamba. Supaya jangan ada lagi suara tanpa tubuh yang menghantui!”   “Berikan hamba cinta, berikan hamba penghiburan!” ). Rutinitas membosankan (Nah, terus saja. Litani Orang Kudus. Litani kepada Bunda Maria. Ampu...