Bicara soal sederhana, juga soal cuaca adalah perkara yang lumrah. Biasanya, berawal dari suatu pagi, di mana kami biasa beranjak dari tempat tidur dengan membawa kantuk yang memberatkan langkah. Rasa malas jadi unsur utama kami memilih untuk duduk-duduk saja di warung kopi depan gang. Sementara itu rasa bosan menjadi sebuah alasan pembenaran untuk berbatang-batang rokok yang kami bakar. Padahal kami sudah tahu sejak dari dulu, adjektiva tidak mungkin dimaknai dengan satu standarisasi. Beda, kami pikir. Perbedaan yang seterusnya membuat kami merasa humor perlu untuk diselipkan dalam beberapa kesempatan supaya pada akhir hari masing-masing terhanyut dalam kepala sendiri. Beda, seterusnya berbeda. Tapi kenapa argumen tentang adjektiva ini tidak putus dan berhenti? Selalu ada yang baru. Selalu ada hal usang yang berusaha di perbaharui. Ah… sekali lagi segurat senyuman muncul. Sialan.
stories, words, and everything worth to be told