Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2014

Tentang Sementara

Puncaknya barangkali adalah kebosanan. Sedang mengenai alasan-alasan yang mendorong perasaanmu sampai ke titik tersebut bukannya berarti lebih dari sekadar iri hati dan dengki. Sekejut saja, kecil saja; bersumber pada ketidaksukaanmu terhadap caranya menyebut nama perempuan lain itu, caranya bercerita mengenai dahulu mereka yang tidak pernah ada kamunya lalu selintas gambaran rupa perempuan yang sama; yang selalu ia pasang di penampang tampilan ponselnya. Tapi yang kecil-kecil itu saja sudah cukup―menumpuk, tumpang tindih. Lalu tiba-tiba saja kau merasa muak kemudian jenuh.  Lucunya, kau sempat merasa bisa menipunya. Sindiran yang terlalu tepat mengenai kebodohan lelaki itu memang samar. Ibarat panah beracun, barangkali yang jenisnya cuma terasa perih di kulit ari sebelum akhirnya menyebar ke seluruh pembuluh darah; membunuh. Hanya saja, apalah arti kalimat yang kau ucapkan sewaktu dulu kalian bertemu dan menemukan banyak persamaan-persamaan bodoh itu? Te...