Lalu menyerah adalah keputusan yang paling mudah diambil. Tidak ada dari kita yang mau mengatakannya. Kita Cuma memilih untuk menjalaninya masing-masing sebagai bentuk dari keseharian biasa. Hal-hal sederhana dipandang sebelah mata. Bukan berarti tanpa alasan. Kita paham betul bahwa masalah sebenarnya bukanlah siapa yang paling kuat yang akan bertahan nantinya. Ini Cuma perkara siapa yang akan meninggalkan siapa duluan. Dan kesederhanaan mendadak malah membuat semuanya menjadi terlalu sentimental. Awalnya selalu bersumber dari prasangka. Lalu tiba-tiba ia berubah menjadi awang yang menjalar seperti tanaman rambat; liar. Di sini memori tidak lebih berarti dibandingkan debu tebal diantara buku-buku usang. Maka diam adalah pilihan kita berdua. Maka diam, adalah cara paling mudah untuk mengabaikan segala ...
stories, words, and everything worth to be told