Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Napsu

Kamu pikir mengasihi adalah rindu yang seperti awan-awan seputih susu berarak pergi melintasi kepalamu. Kusut pikiranmu menimbang-nimbang mana yang perlu diucapkan mulut dan dirasakan dadamu. Gemuruh keduanya sering membuat lidahmu kelu. Tapi kemudian Kamu mengambil keputusanmu. Kamu berlindung dibalik tanya yang tak menentu. “Apakah itu yang jatuh di cangkol buah dadamu?” tanyamu di suatu senja yang pilu. “Hanya napsu. Tidak pernah rindu. Bukannya memang selalu seperti itu?”