Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Jarak

Lewat jarak rindu beranak pinak memenuhi dada hingga sesak, merayakan kehilangan dengan semarak. "Tapi yang patah belum terganti, yang tinggal belum diobati, yang hilang belum mau kembali." "Tapi malam telah berganti hari, yang memutuskan untuk pergi  sebaiknya tidak usah kau nanti."

Perak

Ia terlahir dari sebuah jarak lewat air mata selaksa perak.  Segala yang lahir sesudahnya adalah sunyi yang mudah untuk dicintai sekaligus dibenci. "Kamu hilang dan tidak kembali." "Kamu patah dan tidak terganti."

Romansa

Getir itu mudah saja. Bebat lukamu dengan prasangka, panggil pahitmu dengan sebutan asmara, anggaplah saja gelisahmu adalah romansa. Tapi jangan sekali-kalinya kamu menyebut semua itu cinta sebab kata telah menjelma sabda dan mimpimu berubah malapetaka.

Akasia

Cara terbaik mengingatmu adalah dengan merapal mantra lalu mundur jauh ke belakang batok kepala. Yang muncul berikutnya sering kali segenggam kecewa dan sebongkah besar prasangka; menciptakan narasi tragis, membendung tangis yang mengiris-iris, menimbulkan luka berbau amis. Setelahnya perkara jatuh hanyalah tinggal menunggu waktu Sementara kata-kata yang terngiang berubah menjadi candu. Sabda belum lagi menjelma manusia meski telah menjejak abadi di pohon Akasia.

Cerita

Sesosok orang asing terbaring di kasur, pria yang meninggalkan banyak bilur. Dua malam mata nyalang, menghembus harap yang melayang-layang; menolak pasrah dengan sekuat tenaga pada titik dan koma dalam sebuah cerita yang memang seharusnya disudahi sedari lama.

Perahu Sendiri

"Bagaimana caranya membunuh diri sendiri tanpa harus benar-benar sekarat?" Kamu melempar tanya di suatu senja. Kamu tidak benar-benar berada di sana sebab pikiranmu berarak jauh mengikuti sebuah suara kembali ke masa-masa yang (harusnya) telah kamu tinggalkan sejak lama. Dengan bibir merapat aku menjaring banyak kata dan memilah mana yang tanpa karat supaya lengkaplah makna yang tepat. Cara membunuh dirimu sendiri tanpa harus benar-benar sekarat semudah membangun semacam perahu untuk diri sendiri semacam cinta yang menolak untuk pasrah dan memberi.