Cara terbaik mengingatmu adalah dengan merapal mantra
lalu mundur jauh ke belakang batok kepala.
Yang muncul berikutnya sering kali segenggam kecewa
dan sebongkah besar prasangka;
menciptakan narasi tragis,
membendung tangis yang
mengiris-iris,
menimbulkan luka berbau amis.
Setelahnya perkara jatuh hanyalah tinggal menunggu waktu
Sementara kata-kata yang terngiang berubah menjadi candu.
Sabda belum lagi menjelma manusia
meski telah menjejak abadi di pohon Akasia.
Komentar
Posting Komentar