Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Tersesat

Di hari pertama kita bertemu, aku tersesat di matamu. Aku mencacah sebagian diriku, menyembunyikannya di antara puisi-puisimu. Lama berselang, kehilangan akan sebagian aku mulai meradang. Malam-malamku berubah senyap meski sesekali kueja puisimu satu per satu (dengan harapan menemukan diriku yang utuh atau barangkali kamu yang dulu). Sayang, aku masih tersesat. Pagi hari, aku tercekik bau ampas kopi. Siang hari, aku mabuk narasi sendiri. Malam hari, aku keliru mengenali mimpi sebagai rindu yang gampang diobati. Padahal kereta yang seharusnya membawa kita pergi ke perandaian telah lama lewat. Kamu sudah berangkat. Semua kepalang terlambat. Sayang, aku kian tersesat.

Malaikat yang Menyamar - T.S. Arthur (1851)

Malaikat yang Menyamar atau An Angel in Disguise (1851) tampil dalam koleksi cerita T.S. Arthur yang berjudul After a Shadow and Other Stories .  "Manisnya anak yang sakit itu, yang selalu memandangnya dalam cinta, kesabaran, dan rasa syukur seperti madu bagi jiwanya, dan dia menggendongnya dalam hatinya juga dalam pelukannya, sebuah beban yang berharga." Hmayak Artsatpanyan, Sick Child, 1900 Kemalasan, sifat buruk, dan konsumsi alkohol berlebih telah melakukan tugas mengerikan, dan Si Ibu yang mati itu terbujur kaku di tengah anak-anaknya yang malang. Wanita itu jatuh di ambang pintu rumahnya dalam keadaan mabuk, dan meninggal di tengah keberadaan anak-anaknya yang masih kecil serta ketakutan. Kematian menyentuh rasa kemanusian paling mendasar. Wanita ini telah dihina, diolok, dan dikecam oleh hampir setiap lelaki, wanita, dan anak-anak di desa tersebut; tapi sekarang, bersamaan dengan kabar kematiannya yang disebarkan dari mulut ke mulut dengan nada mura...