Diam-diam, dalam hati, aku bersumpah untuk tetap mengunjungi Maria setiap hari. Tapi janji tidak selalu mudah untuk ditepati. Ibu bilang, Maria dilahirkan oleh sebuah kutukan. Terlepas dari namanya yang berarti penguasa lautan atau anak yang didoakan, Ibu sempat berujar jika nama tersebut juga mengandung arti lain. Nama Maria itu berarti lautan kepahitan dan lautan kemalangan. Jadi, menurut kesimpulan ibuku, pantas saja Maria dipanggil Maria sebab kemalangan tidak pernah selangkah lebih jauh daripada kepahitan. Ibu tidak pernah melarangku bergaul dengan Maria. Tapi ia juga bukannya pihak yang vokal menyetujui jam mainku dihabiskan bersama Maria. Bukan hanya Ibu, hampir seluruh wanita seumuran ibu yang memiliki anak sepantaran aku, menyarankan anak-anaknya supaya mencari teman bermain yang lain. Suatu hari aku bertanya kenapa Ibu selalu menyarankan aku bermain bersama Mona, anak perempuan bertubuh gemuk yang tinggal dua rumah dari rumahku. Ibu hanya menukas, s...
stories, words, and everything worth to be told