Pukul dua lewat lima menit, bunyi guyuran toilet ramai memecah suasana siang yang hening dari salah satu kamar kosan di bilangan Jakarta Barat. Tak lama setelahnya terdengar suara mengumpat dari dalam toilet yang sama. Hening sebentar, sebelum suara guyuran toilet kembali terdengar. Setelahnya, seorang perempuan keluar dari toilet. Raut wajahnya nampak kesal seperti habis melakukan sebuah kewajiban ganjil yang tidak pernah ia pahami tujuannya. Rambutnya yang pendek nampak awut-awutan. Ia coba untuk merapihkan rambutnya dengan usaha setengah hati. Si perempuan menghela napas, membereskan tumpukan baju di atas kursi. Sesekali ia melihat ke arah tempat tidur sebelum kembali menekuni baju-bajunya. “Semalam.... aku tidak bisa tidur,” ujar perempuan itu membuka pembicaraan. “Ini sudah kali keempat minggu ini. Aku uring-uringan, berbaring kesal di atas tempat tidur, mencari kantuk yang tak kunjung datang. Akhirnya aku bangun dari tempat tidur, bingung memutuskan antara apakah aku aka...
stories, words, and everything worth to be told