Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Dewi Banowati; Menikahi Prabu Suyudana, Mencintai Arjuna

Puisi Banowati ini dikarang oleh Gunawan Maryanto pada tahun 2008. Menurut kisah pewayangan Jawa, Banowati merupakan putri Prabu Salya, raja negara Mandraka, dan  Dewi Pujawati alias Setyawati, putri tunggal Bagawan Bagaspati d ari pertapaan Argabelah. Dewi Banowati menikah dengan Prabu Suyudana (Duryodana ) dari negara Hastina , putra Prabu Dretaresta  dengan Dewi Gandari . Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra bernama Raden Lesmana Mandrakumara  dan Dewi Lesmanawati .  Sesungguhnya Banowati jatuh cinta kepada  Arjuna , namun demi mematuhi perintah ayahnya, ia menikah dengan Prabu Suyudana. 

Candhik Ala

Kamu percaya  jika semua obsesi kelak akan melakukan  ziarah panjang menapaki jalur luka yang  selalu berdarah menuju muara lupa yang selalu basah. Ada sepenggal keyakinan menggantung pasrah di jemuran  yang kokoh berdiri di sebelah kanan kursi malas Tuhan.  " Sejak lahir kita sudah patah hati, "  demikianlah sabdanya.  " Baik, sabda.   Terjadilah padaku menurut perasaan-Mu ,"  begitulah sahutmu percaya, lebur dan tahir.

Perasaan Lansia Yang Dijangkiti Penyakit Tua Mudah Terluka

Seorang mahasiswi tingkat akhir jurusan seni rupa dan desain seharusnya tidak menginjakan kaki di sana. Seorang mahasiswi tingkat akhir jurusan seni rupa dan desain seharusnya berkutat dengan pematangan konsep tugas akhir dan eksekusi yang beberapa bulan ini menghantui tidurnya. Tapi karena masalah kepailitan yang membuat rencana penyelesaian tugasnya berantakan dan perutnya keroncongan, Kania akhirnya dengan berat hati menerima tawaran pekerjaan membereskan sebuah rumah di daerah Kemanggisan, Jakarta Barat, dari pamannya. Jadilah perempuan itu bangun pagi-pagi buta di hari Kamis, mengencangkan perutnya dengan sabuk kulit supaya rasa lapar tidak terlalu mengganggunya, dan mengangkuti semua peralatan kerja−berisi sarung tangan, kaos kerja butut, masker serta sepatu boots −ke dalam bagasi mobil. Tak lupa ia turut membawa beragam merek disinfektan dan wewangian. Kemudian, setelah beres semua perlengkapan dikemas, Kania meluncur ke alamat yang telah dibagikan pamannya lewat sebu...

Rabu Abu

Di balik semak perdu kamu menjelma sesuatu yang patut ditunggu hingga aku runtuh menjadi debu. Di alas kakimu aku menanti dari malam hingga menyeruak pagi.        Kamu yang hilang dan tidak kembali        Kamu yang pergi dan menolak dicari. Aku rindu, aku beku, aku abu. : Kupikir kamu rumah. Nyatanya kamu adalah altar, tempat air mataku tumpah dan harapanku ambyar.