Di balik semak perdu
kamu menjelma sesuatu
yang patut ditunggu
hingga aku runtuh menjadi debu.
Di alas kakimu aku menanti
dari malam hingga menyeruak pagi.
Kamu yang hilang dan tidak kembali
Kamu yang pergi dan menolak dicari.
Aku rindu, aku beku, aku abu.
: Kupikir kamu rumah.
Nyatanya kamu adalah altar,
tempat air mataku tumpah
dan harapanku ambyar.

Komentar
Posting Komentar