Di bulan Juli, tertanggal tiga puluh satu, nostalgia jatuh meradang. Bunyinya seperti gemuruh kereta dari kejauhan yang berkelindan dengan suara jangkrik pada musim kemarau. Kamu membayangkan, adalah hitam dan putihnya memori ketika kita pertama kali bertemu. Dan sebenarnya hal itu bukanlah hal yang sepatutnya mendapat tempat di pikiran kita, kamu bilang. Mendulang memori, menumbuhkan benih cinta untuk memori. Bukan hal-hal yang bisa membuat kita menjadi lebih maju dari tempat kita berada sekarang. Tapi bulan Juli tetap bulan Juli seperti tahun-tahun sebelumnya. Punya tiga puluh satu hari, datangnya sebelum bulan Agustus panas meradang membakar kulit.Dan ada yang tidak berubah dari bulan Juli. Kenampakan hitam yang belakangan muncul di langit, kamu bilang, mungkin adalah perpanjangan tangan dari Tuhan; mengguratkan anomali pada penampang biru paling bersih. Katamu juga, ini bukan yang pertama kalin...
stories, words, and everything worth to be told