Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Perayaan Haru

Kakak pulang dari menjajakan kesendirian di sisi jalanan. Setiap harinya adalah perayaan  dan segala haru merupakan hiasan yang dipaksakan. Dari langkahnya  aku mendengar patah  seada-adanya. Dari patahnya aku menghirup kecewa  yang tidak semestinya. Kakak pulang memikul pusara dan ia hilang selamanya terhisap lubang yang dibuat tanya dalam doa-doanya. ________________________ Kolaborasi: Sekumpulan Tanya Kunjungi juga blog  written words, twisted thoughts.   dan  @xditania  /  @ditaniam  di kanal Instagram untuk tulisan-tulisan Kolaborasi Sekumpulan Tanya oleh Ditania Melivia.

Rajut

Ayah merajut cinta dari air mata Ibu yang menunggu setia di pintu menuju tempat keabadian menghabiskannya dengan cepat. "Pada akhirnya semua akan berhenti di akhir yang sama; kita bertumpu pada janji dibalik kata kita melayangkan tanya, ke arah ketiadaan makna." Ayah tidak pernah kembali meski Ibu tekun menunggu dan bersenandung sendiri sembari menyeka tanya bersemayam dalam kepala dan dada yang menganga jauh di benak kakak juga saya. ________________________ Kolaborasi: Sekumpulan Tanya Kunjungi juga blog  written words, twisted thoughts.   dan  @xditania  /  @ditaniam  di kanal Instagram untuk tulisan-tulisan Kolaborasi Sekumpulan Tanya oleh Ditania Melivia.

Tanah

Di pertengahan perumpamaan, siapa yang menjelma apa, apa yang akan mengadu kenapa? "Tuanku, aku kering dan kerontang; tanganku belang dan mataku nyalang." Tuanku menjawab dengan sepotong gelisah  disematkan pada dadanya; sesak, "Hambaku, aku berlimpah dan patah; rinduku  mentah dan aku telah serupa tanah." ________________________ Kolaborasi: Sekumpulan Tanya Kunjungi juga blog  written words, twisted thoughts.   dan  @xditania  /  @ditaniam  di kanal Instagram untuk tulisan-tulisan Kolaborasi Sekumpulan Tanya oleh Ditania Melivia.

Syukur Kepada Sumber Segala Tanya

Sabda menjelma manusia.  Dalam Dia ada hidup dan hidup itu  adalah pahitnya kesadaran seorang fana. Pahit itu melebur  dalam ketiadaan  dan kegelapan dan kegelapan itu  menguasainya hingga layu semua sari keduniawian; menyisakan bolong yang  berharap utuh lewat  prasangka serta jawaban; "Kamu adalah fakir dan  tahir dan  lahir. Kamulah malang,  hilang  dan jalang." Diberkatilah Sabda dan segala pertanyaannya. "Syukur kepada Sumber Segala Tanya." ________________________ Kolaborasi: Sekumpulan Tanya Kunjungi juga blog  written words, twisted thoughts.   dan  @xditania  /  @ditaniam  di kanal Instagram untuk tulisan-tulisan Kolaborasi Sekumpulan Tanya oleh Ditania Melivia.

Titik Temu

Di penghujung malam tanpa suara seorang gadis tersedu sedan di atas sebuah pusara: ia telah jatuh tanpa daya sedari pertama menginjakan kakinya di tanah basah pekuburan senja. Berderai air mata, kata-kata menjelma takut dan sengsara, . "Aku tak ingin habis kau sesap dengan segala harap tunggal, tanggal, dan tinggal, dan tergeletak di nakas: hanya nama mendampingi naas." Tanah itu membuka, sesosok doa terbaring dengan luka yang menganga berselimut masa lalu dan tanya yang tak juga menemukan jawabannya. "Semu telah kembali ke pangkuanmu, semu menjadi tahir karenamu." aku mendengar waktu memikat temu. ________________________ Kolaborasi: Sekumpulan Tanya Kunjungi juga blog written words, twisted thoughts.   dan @xditania / @ditaniam di kanal Instagram untuk tulisan-tulisan Kolaborasi Sekumpulan Tanya oleh Ditania Melivia.