Kakak pulang dari menjajakan
kesendirian di sisi jalanan.
Setiap harinya adalah perayaan
dan segala haru merupakan hiasan
yang dipaksakan.
Dari langkahnya
aku mendengar patah
seada-adanya.
Dari patahnya
aku menghirup kecewa
yang tidak semestinya.
Kakak pulang memikul pusara
dan ia hilang selamanya
terhisap lubang yang dibuat tanya
dalam doa-doanya.
________________________
Kolaborasi: Sekumpulan Tanya
Kunjungi juga blog written words, twisted thoughts. dan @xditania / @ditaniam di kanal Instagram untuk tulisan-tulisan Kolaborasi Sekumpulan Tanya oleh Ditania Melivia.

Komentar
Posting Komentar