Di penghujung malam tanpa suara
seorang gadis tersedu sedan di atas sebuah pusara:
ia telah jatuh tanpa daya
sedari pertama
menginjakan kakinya di tanah basah
pekuburan senja.
Berderai air mata,
kata-kata menjelma
takut dan sengsara, .
"Aku tak ingin habis kau sesap dengan segala harap
tunggal, tanggal, dan tinggal,
dan tergeletak di nakas:
hanya nama mendampingi naas."
Tanah itu membuka,
sesosok doa terbaring
dengan luka yang menganga
berselimut masa lalu dan tanya
yang tak juga menemukan jawabannya.
"Semu telah kembali ke pangkuanmu,
semu menjadi tahir karenamu."
aku mendengar waktu memikat temu.
________________________
Kolaborasi: Sekumpulan Tanya
Kunjungi juga blog written words, twisted thoughts. dan @xditania / @ditaniam di kanal Instagram untuk tulisan-tulisan Kolaborasi Sekumpulan Tanya oleh Ditania Melivia.

Komentar
Posting Komentar