Waktu kakak sakit,
dengan berkalung rosario mini
Ibu pergi ke got di depan rumah
untuk memerangkap harap.
Sendirian ia tebarkan
harap-harap itu.
Sendirian ia jahitkan
hingga jadi selimut berwarna biru.
Ibu pergi ke dapur
meniup tungku hingga berkobar
tangan putihnya mengaduk panci
berisi air mata dan segenggam sabar.
Tapi air mata dan sabar
tidak pernah menyelamatkan.
Kakak justru pamit tanpa kabar.
Lewat jalan tikus, ia pergi ke Eden.
Setelah kakak lama pergi,
dengan berkalung rosario mini,
Ibu mematahkan kedua kaki
Lewat jalan kucing, ia berusaha kembali.

Komentar
Posting Komentar