tentang ayah:
"Siang malam ia berpetualang
mencari labuhan hati dan kepala
lewat tawa membahana di alun-alun kota."
Teman ibuku mendesah,
menyoal ayah:
"Siang malam ia tak pulang-pulang
nyangsang di kedai minum seorang perempuan murah.
Lewat mereka kamu lahir ke dunia."
Aku berderap pulang ke rumah,
mengobrak abrik kepala mencari ayah.
Sampai Mei tidak juga kutemukan ia
Sampai tenggorokanku tercekik
tidak juga kutemukan ia.
Barangkali ayah masih saja
berbaring menghangatkan ranjang
Bunda Maria.

Komentar
Posting Komentar