Waktu kecil, ia bermimpi
didatangi rasa nyaman
dan aman dan Tuhan
dan diceritakannya
semua itu pada ayahnya.
"Pertanda bagus, Nak.
Berarti rasa nyaman
dan aman dan Tuhan
sayang sama kamu,"
kata ayah menyeruput kopi.
Berbekal rasa berbunga di dadanya,
Ia pergi mencari petualangan
di dada seorang perempuan tua
yang pernah melahirkan
kakak perempuannya.
Perjalanannya jauh nan kisruh
penuh dengan rasa kalah
dan peluh
dan guratan luka yang
tak kunjung sembuh.
Bertahun-tahun setelahnya
bebungaan di dadanya rontok
hingga tinggal satu tangkai.
Ia sadar itulah waktunya pulang
menuju ayahnya berada.
Sampai di beranda rumah,
ia tidak menemukan ayahnya
ada di mana-mana.
"Apa ayah pergi ke pintu dapur surga?"
ia bertanya.
Ia lunglai di lantai.
Ternyata benar:
Hati yang patah
tidak memiliki suara.
________________________
Kolaborasi: Sekumpulan Tanya
Kunjungi juga blog written words, twisted thoughts. dan @xditania / @ditaniam di kanal Instagram untuk tulisan-tulisan Kolaborasi Sekumpulan Tanya oleh Ditania Melivia.

Komentar
Posting Komentar