Sesekali kamu akan datang
mengunjungi ranjangku,
merebahkan tubuh dan pikiran,
menghangatkan pembaringan kanan.
Saat itu (biasanya malam)
kamu memilin-milin renda gaun tidurku
menyusuri garis tubuh
menggumam menyoal taman Getsemani
(dan apa yang harusnya terjadi di sela-sela narasi ini).
Suaramu perlahan membangunkan
minat dan keinginan tuk minggat
kata-katamu lantas menelusup dalam kepala;
patah, tanggal, dan tinggal.
"Aku membawa sebuah kisah
yang menggerogotiku,"
katamu sebelum bibirmu
tanpa ampun kamu lumat.
Lampu minyak meredup
dan malam kembali takluk pada
pertanyaan, perandaian,
kemudian peraduan.
Di atas kasur,
batas antara benar
dan salah memutuskan
sudah waktunya ia berlibur.
"Aku membawa sebuah kisah.
Ia menggerogotiku."
Kamu masih melumat sebelum
akhirnya melunak lalu luluh lantak.
Luluhkah kamu?
Lantakkah kamu?
Sungguhkah itu?
Sering kali (biasanya pagi hari)
kamu akan beranjak menjauhi ranjang,
membangunkan tubuh dan pikiran,
meninggalkan pembaringan kanan.
________________________
Kolaborasi: Sekumpulan Tanya
Kunjungi juga blog written words, twisted thoughts. dan @xditania / @ditaniam di kanal Instagram untuk tulisan-tulisan Kolaborasi Sekumpulan Tanya oleh Ditania Melivia.

Komentar
Posting Komentar