terkadang,
aku masih menyebut
kamu dan aku sebagai kita.
seolah-olah masih ada
seutas benang yang
menghubungkan kita berdua.
seolah-olah
kamu hadir di sini ketika
luka itu berdarah.
tapi kamu lihat,
ketika patah itu terjadi,
semuanya sunyi.
kita tidak berteriak
atau mencakar
atau menggigit.
kita hanya berubah dari
saling menginginkan
satu sama lain
menjadi mendambakan yang lain.
hatiku pilu dan
yang kamu dambakan
hanyalah meminta maaf.
aku mencintaimu dan
yang kamu inginkan
hanyalah memohon maaf.
diterjemahkan dari puisi @nurul.ak di Instagram.
Komentar
Posting Komentar