Ia percaya akan adanya satu
penguasa, lelaki tua yang duduk
di sebuah singgasana
jauh di atas ubun-ubunnya
dan segala yang tampak
dan tak menjejak
begitu pula yang berjarak.
Lelaki tua lahir dari rasa penasaran.
Ia diadakan, menolak dijadikan
segala sesuatu bersumber
dari dahaganya yang tak berkesudahan.
Lelaki tua menunduk-nunduk
di tempat duduknya
jauh di atas awan dan angan.
Sampai matahari terbenam,
ia masih mendengar lelaki tua
tertawa-tawa.
Sampai bulan menari di langit,
ia masih mendengarnya
bertanya;
"Mengapa?"
Esok hari lelaki tua
pergi entah ke mana.
Bisa jadi ia mencari anaknya,
yang hilang diculik dari salibnya.
________________________
Kolaborasi: Sekumpulan Tanya
Kunjungi juga blog written words, twisted thoughts. dan @xditania / @ditaniam di kanal Instagram untuk tulisan-tulisan Kolaborasi Sekumpulan Tanya oleh Ditania Melivia.

Komentar
Posting Komentar