Seorang gadis menyeduh secangkir sakit.
Lantas ia campurkan peluh dan nyeri sedikit.
Pekat betul cangkir itu, wanginya menusuk.
Lengket betul cairan itu, si gadis terbatuk-batuk.
Di ambang jendela, ia berserak
menerka-nerka seperti apa suaranya kelak
setelah tandas diteguknya cangkir itu;
lancarkah bicaranya?
puaskah rasa penasarannya?
tertambatkah lubang di tenggorokannya?
Si gadis menelan ludah,
merasa kalah,
dirundung salah,
benar-benar bersalah;
ngilu di dadanya makin parah.
Ia berharap bisa mencecap bir dingin
yang mampu mengeluarkannya dari sini.
: Kenyataan menjelma takut tak terperi,
taksi yang dipesannya sebentar lagi menghampiri.
________________________
Kolaborasi: Sekumpulan Tanya
Kunjungi juga blog written words, twisted thoughts. dan @xditania / @ditaniam di kanal Instagram untuk tulisan-tulisan Kolaborasi Sekumpulan Tanya oleh Ditania Melivia.

Komentar
Posting Komentar