ibu bilang, kau jadi jauh lebih diam setelah lelaki itu.
setelah kamu.
setelah kamu membawa segala yang berharga
demi meraga di dunia buatanmu sendiri.
belakangan yang bisa kutulis hanyalah perihal jarak
dan tangan-tanganmu dan suara-suara bising
dalam kepalaku.
dan aku harus mengingatkan diriku sendiri kalau
kita bisa saja saling
mencintai satu sama lain,
tapi kita memilih hal yang sebaliknya,
supaya aku bisa menulis mengenai sesuatu yang lain.
tapi kamu masih berada di satu semesta jauhnya
dan hal yang bisa kupikirkan cuma
rinduku padamu besarnya jauh
melampaui jarak ini.
lantas sekarang aku mengirimimu sebuah pesan kembali,
aku menulis satu lagi puisi mengenai jarak.
aku pikir mungkin kamu mau membacanya.
| nurul ak - 22 November 2018

Komentar
Posting Komentar